WELCOME...SELAMAT DATANG....NGIRING SIMPANG

demen atine nyingakin semeton sareng sami driki ring blog buuk tiyang...
sampunang engsap ngisinin tulisan ring genah drike
suksma

wow..so glad to see u in my blog...feel free to see and read my blog

dont forget to put ur comments...

thanks....

Sunday, September 12, 2010

LIFE's JOURNEY



HIDUP....KEHIDUPAN

apa sich arti kata itu sebenarnya...banyak orang mengartikanya dengan cara mereka sendiri,,kita hidup di dunia ini utk menghadapi segala yang sudah ditakdirkan oleh sang pencipta...hidup ini bagi gw seperti film yang biasa kita tonton di bioskop...kita sebagai peran utamanya dalam our own story...bedanya cuma kita sudah punya skenario dimana kita cuma menjalaninya aja..merubah skenario bagi gw mungkin bisa cuma tidak gampang..karena kita butuh usaha2 utk mengubah itu...


Life is a series of episodes. Each one teaches us fantastic things. Whether miserable, or wonderful, each experience helps us grow and mold ourselves along our journey. We learn through every step of the way. Life is not about reaching a destination. One may reach MANY destinations in life, possibly even thousands, but those are all part of the all encompassing journey that is life.

dari kita lahir sampai kita dewasa seperti skg...itu namanya perjalanan hidup..dimana sepanjang jalan itu kita banyak mengalami hal2 yang membuat kita tau apa itu hidup..bagiamana kita menghadapainya

dari kecil kita dibekali wejangan2 dan nasehat dari orang tua kita utk nantinya bisa berjalan sendiri dan tau kemana harus melangkah,,itu juga merupakan perjalanan hidup kita..layaknya uang saku utk sekolah..

BAIK DAN BURUK...SEDIH DAN SENANG...PERJUMPAAN DAN PERPISAHAN...itu merupakan pasangan2 serasi dalam hidup ini,,dimana kita selalu bertemu dengan pasangan2 itu.,,.mereka ada karena salah satu dari mereka exist di dunia kita...mereka tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya..



dalam hidup ini pula kita menentukan kemana kita akan berjalan...seperti kita berjalan di suatu jalan...tentukan kemana langkahmu..karena itu akan membuatmu tau apa yang harus kau lakukan utk mendapatkannya...
dalam menggapai itu..banyak kerikil2 dan other obstacles will appear in a sudden..with our knowledge kita harus bisa mengatasinya..dan itu semua adalah proses utk kita berjalan dan meraih apa yang kita inginkan...

gw pernah menulis tentang gimana kita mencari kata bahagia menurut pengertian kita sendiri...perjalanan hidup ini juga merupakan bagian dari itu..hanya saja ini pengertian secara global...

We are all travelers. We all follow paths. Our destinations may not be the same but the way we get there is. We journey through life on a search for happiness and satisfaction. Sometimes we find it and sometimes we don't. There are signs along the way, which few people see. Those that do must choose between using them or discarding their advice. We come to many intersections, from the road to enlightenment to the path of destruction.



Choosing the right way to go is not always as easy as it may sound. The map of life is full of trickery and dark passages. It can leave you wandering aimlessly in no man's land if you take a wrong turn or give you a death sentence should you lose your way. A glimpse of light at the end of the tunnel does not always mean salvation. If your eyes are not open wide, you may not recognize the damnation. The masks worn by many disguise their true natures. At some point, you'll examine yourself and question your own sincerity. Those who do not may be the greatest fools of all.

That being said, a journey isn't just a voyage, walk, run, drive, or flight from one place to another. The passing of time is the biggest journey that any of us will undertake, and the best thing is, it's unavoidable. It is impossible to stop time, so you need to treat life as a journey because life is a journey. Sure, there are some destinations along the way, such as graduation, marriage, childbirth, and more, but when you get down to it, life is ever-changing and there's nothing you can do to stop it. I know this may seem obvious and clich, but your life is a journey up until its end.

Sometimes, though, you may end up in a completely different place

Friday, August 13, 2010

APOLOGIZE

--Everyone is always looking for great apology ideas or to learn from the mistakes others have made. This is the place to share your successes and failures, tell us your story, and help us all improve our apology skills--



malam ini gw ga tau pengen nulis apa..tapi disaat gw termenung sendirian..gw teringat satu kata yang sering banget kita ucapin tapi kita kadang kagak pernah memaknai kata itu sendiri...sadar ga??

banyak banget kejadian dalam hidup kita yang ujung2nya kita pasti ngucapin kata ini..dimana akhirnya bisa baek ato malah memperburuk keadaan..ehmmmm...sakti banget ya kata ini..hehehhe

bagi sebagian orang kata ini bener2 kata yang sangat ampuh utk meluluhkan orang yang sedang ada masalah dengan kita..tapi terkadang terlalu gampang kita mengucapkan tapi gampang pula kita melupakan ato bahkan mengulanginya lagi...let ask ourself!!!

SAYA MINTA MAAF YA...I APOLOGIZE

kata itu sering banget kita denger dari bibir setiap orang termasuk gw..terlalu sering..dalam sehari mungkin lebih dari 1000x kita bilang itu...terkadang terlalu gampang kita mengucapkan..karena hal kecil pun kita pasti minta maaf,,,tapi gimana kalo kata itu harus ada dalam masalah yang gede

lets we discuss it,,i will say my whole opinion about that...if u have different ideas..just put it..i'll be glad to hear from u people...

dalam konteks masalah yang gede..kata maaf itu sangat berarti karena bagi yang berbuat salah itu merupakan obat utk bisa membuat hubungan itu kembali normal ato sembuh..tapi terkadang kita mengatakannya tidak pada saat yang tepat..dengan kata laen kata maaf itu sudah terlambat utk diucapkan walau menurut gw tidak ada kata terlambat utk mengucapkannya...karena itu tergantung dari niat orang itu sendiri utk mengucapkannya..

apa kita pernah langsung mengucapkan kata itu disaat itu juga disaat kita melakukan kesalahn yang menurut kita benar...pasti kita mikir dulu,,tapi disaat itu juga ada orang yang terluka karena tindakan dan perkataan kita...mungkin disaat itu mereka mengharapkan kita mengatakan kata maaf itu seketika..tapi selama ada niat baek dari kita utk meminta maaf..pintu maaf selalu ada...sudah seharusnya kita sesama manusia saling memaafkan..karena Tuhan sendiri pemaaf..apa kita sebagai manusia tidak bisa...

gw pernah denger ada lagu yang mengatakan kata maaf itu sudah terlambat karena itu ada tidak pada waktunya..coba kita dengerin lagunya



dan gw sebutkan sepenggal liriknya

You tell me that you need me
Then you go and cut me down, but wait
You tell me that you're sorry
Didn't think I'd turn around, and say...
It's too late to apologize, it's too late
I said it's too late to apologize, it's too late

so,,menurut gw,,tiap orang itu punya cara tersendiri dalam mengaplikan kata itu dan menerapkannya...banyak orang yang bener2 susah memaafkan kesalahan orang laen..dan biasanya itu terhadap pasangan masing2..hehehehe

tapi jangan kuatir guys...minta maaf itu ga hanya lewat kata2...

terkadang orang2 yang melakukan kesalahan melakukan beberapa cara utk meminta maaf kepada seseorang...ehmmm,,,menurut gw ada beberapa cara

Apology Gifts :::
Apology gifts add that 'extra touch' to your apologies. Keep in mind that they absolutely aren't necessary for an apology to be effective. What makes them so special (and something to consider when thinking about ways to say sorry) is that they are NOT necessary or expected. Just make sure when giving a gift that it is given WITH an apology and is not THE apology itself.

Music and Song Lyrics :::
Quoting song lyrics in a letter can also enhance your apology, for many of the same reasons. The added advantage of using song lyrics is that you can include the song on a custom made CD (or, even better, an Ipod) as a gift to go along with the apology.

For example, Chicago's "Hard to say I'm sorry" has some beautiful lyrics about promising to make things right again.

"After all that we've been through,
I will make it up to you. I promise to."

itu beberapa cara dari gw..itu biasa gw lakuin kalo mau minta maaf..hehehee

so,,secara minta maaf itu susah banget utk dilakuin...pikir2 dulu sebelum bertindak sebelum melakukan sesuatu agar tidak ada orang yang disakiti..dan kita pun tenang dalam bertindak..

everyone make a mistake..but we can minimize it..dont do any stupid things which could embrace ur self

semua yang kita lakukan berasal dari pikiran kita..pengendalian diri sangat diperlukan..mari kita belajar bersama utk itu..dan mari kita ciptakan perdamaian di dunia..alangkah indahnya dunia jika kita bisa saling memaafkan dan saling mengerti satu sama lain

Saturday, August 7, 2010

TRUST and HONESTY

malam ini gw seperti mendapat inspirasi untuk menulis di blog ini,,gw bener2 memanfaatkan ini utk berkeluh kesah tentang hal2 yang gw temui dalam hidup...hal2 yang bener2 mengajarkan gw tentang sesuatu dimana hal itu bisa membuat gw belajar utk bisa lebih bagus kedepannya...

banyak hal yang kita temui dalam hidup ini dimana hal2 itu membuat kita belajar dan berpikir utk bertindak,gimana nantinya kita akan melangkah,,apa itu bener apa ga...banyak hal2 yang terjadi dalam kehidupan kita dimana kita mungkin hanya menganggap hal lalu,,tapi banyak orang juga yang belajar dari hal2 yang sudah mereka alami dan temui dalam hidup ini

di tulisan ini gw pengen banget membahas tentang arti dari kepercayaan(trust) dan kejujuran (honest)...2 kata itu sebenarnya punya arti yang saling berkaitan satu sama lain..menurut gw lo ya..gw ga tau menurut kalian gimana,,every single person has many opinions about those words,,i wouldnt force u to accept what i will say,i just want to share my opinion and what i think about 2 priceless words...

TRUST..KEPERCAYAAN

kata ini bener2 bisa buat orang merasa jadi percaya diri dan terkadang karena kata itu orang bisa jatuh ke dalam lubang yang sangat dalam...
kepercayaan itu satu kata yang diincar semua orang di dunia dalam mengerjakan sesuatu,,doing some activities perhaps will get the trust from someone who give u the task..am i right??
kepercayaan itu bisa kita raih tidak dalam jangka waktu yang sebentar,,tidak juga bisa kita beli dengan uang,,eventough we are rich enough to buy an island,,but we cant buy the trust,,,DEFINITELY NO...
kata itu akan hadir dengan sendirinya seiring dengan apa yang sudah kita lakukan dan hasilkan,,mereka akan percaya setelah melihat hasil dalam jangka waktu tertentu...
kerja keras dan usaha sangat diperlukan disini utk meraih kepercayaan itu karena kalo kita sudah kehilangan kepercayaan itu...wah..wah
akan susah banget kita utk ,meraihnya...karena orang2 kebanyakan berprinsip..."TIDAK AKAN ADA KEJADIAN YANG SAMA UTK KEDUA KALINYA"

pintar2lah menjaga kepercayaan yang sudah diberikan kepada kita,,jangan hianati kepercayaan itu...karena sekali itu hilang maka diperlukan waktu yang lebih panjang lagi utk meraih kata itu lagi...bener kata orang "MENCARI ITU LEBIH GAMPANG DARIPADA MEMPERTAHANKAN"



gw punya pengalaman nie tentang kata ini...pengalaman yang jelek banget sich sebnarnya,tapi itu bener2 melekat diotak gw sampai sekarang walaupun kejadian ini sudah berlalu more or less 8 tahun...lebih tepatnya waktu gw sma..masa2 dimana kta orang masa menemukan jati diri...kejadian ini benr2 buat gw belajar sampai skg dan bener2 bisa buat gw more aware to protect this word
kejadiannya kayak gini
suatu malam di rumah,,gw and kakak gw baru dateng dari jalan2 dan kita beli nasi goreng+puyung hai...kakak gw nyuruh gw nyiapin makanan itu while dia bawa masuk barang2 belanjaan...saat gw uda nyiapin ternyata saos puyung hai nya kurang dan gw emang ga tau kenapa bisa kurang...saat itu kakak gw marah ma gw dan mengatakan "gimana bisa ga ada dik,mana orang percaya kalo kamu ngomong ga ada karena jelas2 tadi ada..dik,kmu harus inget kalo kepercayaan itu mahal harganya dan itu ga bisa dibeli oleh apapun,,kalo itu uda hilang,,,wah..wah...kamu cari kemana lagi akan susah,,butuh perjuangan double untuk meraihnya lagi,,kalo seperti tadi kan uda jelas ga mungkin,.,ibaratnya kerja,,kamu uda ga dipercaya lagi menangani kasus ato masalah tertentu oleh perusahaan"

kalian bisa bayangin,gw waktu itu sma kelas 1 dan uda dikasi omongan seberat itu ma kakak gw yang notabene adalah orang yang bener2 memotivasi gw sampe skg dan gw bisa stand as a good man today..dia adalah orang yang membiayai kuliah gw ke australia...i proud of u despite ur words before..heheheeheh

tapi omongan itu ampe skg melekat di pikiran gw dan buat gw bener2 aware utk menjaga kepercayaan yang uda diberikan kepada gw siapapun itu dan apapun bentuk kepercayaan itu
gw bener2 berterima kasih sama orang2 yang uda berjasa dalah kehidupan gw dan uda mendidik gw hingga bisa jadi seperti ini...

HONESTY...KEJUJURAN



kata ini juga punya arti yang sangat dalam karena utk melakukannya dibutuhkan keberanian yang cukup,,tidak semua orang bisa mengucapkannya sepenuh hati dan setulus hati...
kebanyakan dari kita dan termasuk juga saya sendiri pernah mengatakan yang tidak jujur.
orang yang jujur adalah orang yang ksatria dan berani mengakui kesalahannya sendiri dan bener2 bisa jujur pada dirinya sendiri...jarang banget orang yang bisa seperti itu..
gw diajarkan oleh almarhum bokap utk bisa dan selalu harus seperti itu,,karena itu akan memperingan jalan kita,,tanpa kebohongan jalan kita tidak akan ada hambatannya...banyak orang bilang kalo kejujuran itu terkadang menyakitkan karena hal yang seharusnya tidak diketahui akhirnya diketahui dan itu ternyata menyakitkan..
tapi tidak ada yang lebih baek daripada kejujuran...utarakanlah..jangan ragu



bokap berpesan sama gw agar kepada siapapun kita berbicara sudah seharusnya jujur...apalagi menasehati sodara yang lebih kecil,,katakan sejujurnya,,karena itu akan menambah nilai pada diri mereka dan kita pun akan tenang karena tidak berbohong,,,sekali kita berbohong maka kita akan selalu berbohong utk menutupi kebohongan tadi,,itu pesan dari rektor gw (ibu Nevi Danila)..beliau adalah orang yang baek dan juga bijaksana...trima kasih ibu


in summary...hahahaa
uda kayak dalam report ato kuliah aja
jadi 2 kata itu bener2 berkaitan...in my opinion
utk meraih kepercayaan orang kita harus jujur dulu sama diri kita sendiri dan orang lain...
jika kita sudah bisa seperti itu maka kepercayaan orang bisa kita raih dan jalan yang akan kita hadapi akan lebih tenang tanpa adanya kebohongan2 yang laen

mari kita coba dan renungkan..semoga kita bisa mengamalkan itu dengan baek
saya pun masi dalam proses utk bisa seperti itu...tanpa belajar tidak akan ada hasil apapun

Tuesday, August 3, 2010

PRESERVE OUR CULTURE AND RELIGION (BALI ISLAND)

ARTIKEL INI GW AMBIL DARI SALAH SATU SOURCE DI INTERNET,,DAN SETELAH GW READ THROUGH..SEDIH BANGET MELIHAT KONDISI DAERAH SENDIRI DAN SEDIH MELIHAT ORANG2NYA...GW GA MAU DAERAH GW HANCUR DAN MEJANDI PEMBANTU DI RUMAH SENDIRI...



Bali dengan luas hanya 5.632 km2 merupakan sebuah pulau kecil diantara 17.778 pulau lainnya di Indonesia, yang secara geografis tidaklah begitu berarti. Meskipun Bali dapat digolongkan sebagai salah satu pulau terpadat dengan jumlah penduduk 3,3 juta jiwa, namun populasi orang Bali yang tinggal di Bali menurut konsensus penduduk tahun lalu hanya sekitar 60 %-nya saja. Dari total orang Bali yang tinggal di Bali saat ini, sudah 10 % diantaranya meningalkan agama leluhurnya, Hindu.

Bali pada dasarnya adalah pulau miskin yang tidak memiliki kekayaan alam kecuali hasil pertanian dan perikanan yang juga tidak terlalu besar. Dari segi politik, Bali juga tidak memiliki peran yang berarti di kancah nasional karena wakil rakyat Bali yang duduk di DPR/MPR hanya sekitar 5 orang dari total 1000 orang anggota DPR/MPR. Dari segi pertahanan dan keamanan juga sangat tidak mendukung. Sejak runtuhnya kerajaan Majapahit, Bali diserang dan dihimpit dari arah Banyuwangi dan dari Lombok oleh kerajaan-kerajaan Islam waktu itu. Mungkin karena faktor keberuntungan akibat datangnya Portugal dan Belanda yang mengakibatkan gempuran kerajaan Islam pada waktu itu melemah dan Belanda membuat undang-undang khusus untuk melesarikan budaya Bali yang memang sangat endemik, sehingga baik kaum dakwah dan misionaris tidak diijinkan mengkonversi agama orang-orang Bali.

Faktor pendukung yang menguatkan posisi Bali hanyalah kebudayaan dan alamnya yang sangat mempesona serta masyarakatkan yang sangat ramah dan terkenal jujur sehingga tidak salah kalau “dulu” pulau Bali dijuluki “The paradise island”, “The island with thousand temple”, “God island”, “The morning of the world” dan lain sebagainya. Namun, masihkan Bali layak mendapat julukan seperti itu?



Bali tidak seperti dulu lagi. Kemanakah tempat-tempat suci yang penuh keheningan? Kemanakah kejujuran dan keramahan orang Bali saat ini? Kemana keindahan alam pulau Bali?

Bangunan-bangunan pura nan megah sudah disulap menjadi tempat pariwisata yang mengesampingkan “taksu”/roh dari pura itu sendiri. Kehikmatan umat dalam bersembahyang harus dikesampingkan demi kepentingan para turis asing. Upacara keagamaan semakin marak dan semakin marak, tetapi kemanakah makna dari upacara tersebut? Ceramah dan propaganda agama semakin marak menyerang Bali, tetapi sudahkah hal tersebut menghasilkan output yang positif bagi moralitas dan keajegan Bali jati mula?

Saat ini kafe remang-remang menjamur bak musim hujan. Kriminalitas, narkoba, mabuk-mabukan, kenakalan remaja dan sex bebas sudah merambah ke desa-desa. Betapa tidak, saat terakhir saya pulang ke Bali, 1 bulan yang lalu saya menyaksikan beberapa orang teman saya yang dulu saya kenal sangat pendiam dan baik ternyata harus segera dinikahkan karena pasangannya “beling malu”/hamil pra nikah. Bahkan istilah ‘ngecharge HP ke kafe” sudah merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi sebagian besar pemuda Bali. Yaitu sebuah istilah yang digunakan untuk mencari wanita penghibur di kafe-kafe yang memang sangat marak saat ini.

Artinya, saat ini orang Bali sudah tergerus dalam efek negatif pariwisata, mengalami kegamangan, kebingungan dan kehilangan pondasi dasar dalam menghadapi perubahan yang demikian cepatnya. Akankah “legenda manusia Bali” akan menjadi sejarah?

Kenapa Bali bisa menjadi seperti saat ini?

Dimana ada gula, disana pasti semut akan berkerumun. Demikian juga dengan Bali, meski tidak memiliki kekayaan alam yang melimpah, tetapi legenda pulau Bali sebagai pulau surga yang mampu menggaet jutaan pariwisata asing dan domestik setiap tahunnya juga memancing gelombang pendatang yang memasuki pulau Bali, sehingga tidaklah mengherankan jika saat ini jumlah pendatang di Bali sudah mencapai 40% dari seluruh penduduk pulau Bali. Parahnya, orang Bali ternyata tidak mampu bersaing dengan para pendatang. Meskipun SDM orang-orang Bali berada di atas rata-rata, namun sering kali kepentok oleh adat dan lingkungan yang tidak memungkinkannya berkembang. Para investor dan pemilik usaha sering kali lebih memilih SDM yang bukan orang Bali karena mereka lebih fleksibel dan tidak menuntut waktu libur yang banyak.

Orang Bali jangan bangga kalau Bali merupakan penghasil devisa terbesar di Indonesia, jangan bangga bahwa Bali adalah pulau kaya dan megah. Tidakkah orang Bali tahu bahwa hotel-hotel nan megah, kafe-kafe dan bahkan alam tempat wisata yang indah sudah dikuasai oleh orang asing? Orang Bali hanya pembantu di rumah mereka sendiri. Mereka bangga dijadikan tontonan yang tidak ubahnya seperti topeng monyet dimana sebenarnya penikmat utama dari duit yang masuk ke Bali adalah investor.

Sikap feodal yang membawa orang Bali menjadi manja dan tidak mau bekerja keras juga merupakan hal utama dalam memukul mundur Bali itu sendiri. Semua sektor informal yang dipandang “rendah” tetapi merupakan sektor yang paling mampu mengeruk kekayaan Bali dikuasai oleh pendatang. Pedagang sate, bakso, martabak dan pedagang kaki lima lainnya rata-rata dikuasai pendatang. Pasar senggol dipenuhi oleh pedagang pendatang. Dan bahkan tidak jarang kita temukan penjual banten adalah warga pendatang yang bukan orang Bali dan bukan juga orang Hindu. Sehingga tidaklah salah kalau orang mengejek orang Bali dengan mengatakan; “Orang Bali menjual tanah untuk membeli bakso dan pendatang menjual bakso untuk membeli tanah di Bali”. Karena sikap manja dan tidak mau bekerja kasar ini jugalah yang menyebabkan banyaknya buruh di sektor pertanian yang diisi oleh pendatang dan orang Bali sendiri dapat dikatakan sebagai “pengangguran terselubung”.

Sikap senang melihat saudara susah dan susah melihat saudara senang juga merupakan penyakit kronis yang sudah menghinggapi orang Bali. Tidak jarang sikap iri dan dengki ini dilampiaskan melalui aji ugig/pengiwa/ilmu hitam. Jika ada seorang warga banjar yang nampak sukses dan karena kesibukannya tidak mampu secara rutin mengikuti kegiatan banjar, maka dengan gampangnya orang tersebut dipersalahkan, dipergunjingkan bahkan tidak jarang yang “kutang banjar”. Namun anehnya di balik iri dan dengkinya terhadap saudara sendiri, dia menerima pendatang dengan sangat welcome. Mendirikan pasraman / ashram dan sejenisnya sulitnya minta ampun, padahal sama-sama orang Hindu dan juga Bali. Tetapi membangun tempat suci agama lain difasilitasi dengan baik karena alasan tolerasi. Apakah tolerasi hanya berlaku bagi pendatang dan tidak berlaku bagi warga lokal?

Institusi lokal yang seharusnya menaungi dan melindungi Bali tidak mampu berperan, bahkan kesannya cenderung menekan dan menghancurkan. Awig-awig desa adat sering kali menjadi self destruction. Banyak masyarakat Bali yang harus keluar dari adat dan meninggalkan Hindu karena konflik dengan adat dan dengan upacara-upacara adatnya. Parisada yang seharusnya menjadi pengayom dan pembimbing umat sudah mandul. Berbagai macam kasus yang seharusnya ditindak secara proaktif oleh parisada tidak juga kunjung dilakukan. Kasus penghancuran pura di Sanur oleh investor, pembuatan “pura tipuan” oleh para misionaris Kristen, penistaan simbol-simbol Hindu dan permasalahan sosial lainnya tidak mampu dipecahkan oleh parisada. Tidakkah yang duduk di dalam parisada adalah orang-orang intelek yang mampu menyetir Hindu dan Bali pada khususnya kearah yang benar?

Bapak Satya Narada juga sudah dengan giatnya mengumandangkan “Ajeg Bali” lewat media miliknya, Bali TV. Tetapi dalam perkembangannya Ajeg Bali ternyata hanya sebuah wacana yang tidak lebih dari pada sebuah bahasa para dewa yang tidak applicable di masyarakat. Bahkan tidak jarang moto Ajeg Bali berujung pada ajang bisnis semata.

Suatu kondisi labil seperti ini menghantarkan orang Bali kepada keinginan untuk berubah. Namun, perubahan kearah mana yang akan dituju? Setiap kondisi kesusahan dan penyakit selalu dikait-kaitkan dengan hal-hal yang diluar nalar. Pergi ke orang pintar untuk “meluasan” dan melakukan upacara-upacara besar yang tidak diiringi oleh keiklasan, filsafat dan sikap untuk memperbaiki tingkah pola diri sendiri pada akhirnya membuat orang Bali tambah miskin, miskin harta, miskin rasa dan miskin filsafat.

Beramai-ramai mencari trah dan kawitan dengan harapan masuk kedalam golongan Tri Wangsa juga merupakan tren yang sedang hangat-hangatnya saat ini. Tidakkah mereka sadar bahwa Tri Wangsa yang merupakan bentuk lain dari sistem Kasta sangat bertentangan dengan hukum dalam Agama Hindu? Bangga akan leluhur dan dapat menjadikan kebanggaan tersebut sebagai modal untuk menyongsong masa depan yang lebih baik adalah hal yang sangat positif, tapi bagaimana jika kebanggaan tersebut membangkitkan egoism sempit dan menghancurkan diri sendiri?

Dengan kehidupan yang selalu di jejali upacara untuk menyupat buana agung (alam ini) yang nilainya tidak dapat dikatakan murah, tetapi tidak dibarengi dengan filsafat demi mengendalikan buana alit (diri sendiri) membuat manusia Bali semakin miskin moral. Sehingga dengan kondisi seperti ini tidaklah mengherankan jika orang-orang Bali yang sedikit lebih intelek berusaha lari mencari pencerahan. Yang beruntung mungkin menemukan warna yang berbeda dari Hindu yang ada di Bali, namun yang kurang beruntung akhirnya hijrah ke agama yang lain.




Bagaimana mengembalikan Jiwa Bali seperti sedia kala? Mari kita kembalikan jati diri kita sebagai orang Bali. Jati diri atau sifat khas orang Bali adalah sifat-sifat dasar, norma-norma, kepercayaan dan tuntunan hidup mendasar yang seharusnya melekat pada setiap orang Bali. Kita tidak boleh lupa bahwasanya budaya Bali dibangun dengan spirit Hindu, jika spirit ini hilang, pulau Bali dan orang-orang Bali tidak ubahnya seperti perangkat keras yang tidak memiliki software yang tepat.

Agama Hindu dimana saja diseluruh dunia bersumber dari kitab suci Veda. Dan dalam perkembangannya ajaran Hindu pecah menjadi dua kelompok utama, yaitu :

1. Kelompok Mimamsa atau kelompok Brahmana. Ajarannya adalah tentang Upacara (Yadnya). Sehingga tidak heran dalam kelompok ini terdapat banyak Yadnya, yang selanjutnya di Bali menjadi banyak banten dan binatang yang dikorbankannya, mulai dari Banten Saiban, Mesegeh, Caru dan puncaknya adalah Tawur, dalam tingkatan Kanista, Madya dan Utama. Pada awalnya ajaran ini merupakan perpaduan antara ajaran Veda yang otentik dengan peradaban lembah sungai Sindhu. Dari ajaran ini lahir bentuk – bentuk upakara dan turunannya.
2. kelompok Vedanta adalah kelompok yang dalam prakteknya tidak mengunakan banyak upacara, tetapi lebih pada Meditasi, filsafat dan Bhakti dan sering pula dikenal dengan kegiatan Kirtanam, Smaranam, pudja dan sedikit agni hotra.



Pada abad ke X, dibawah pemerintahan Raja Dharmawangsa Teguh, aliran-aliran yang berkembang di nusantara bersatu menjadi Agama Saiwa Sidhanta atau yang populer disebut “Pengider – ider” (Dewata Nawa Sangga) artinya, semua dewa – dewa dipuja menjadi satu kesatuan dalam Upacara – Upakara, puja dan tata letak yang kita kenal Tiga Kerangka Agama yaitu, Tattwa, Susila dan Acara, wujudnya dalam ruang lingkup Panca Yadnya.

Ajaran Saiwa Sidhanta inilah yang berkembang di Bali menjadi Agama Hindu Bali dengan segala peraturan pelaksanaannya yang melahirkan Budaya Bali yang membedakan corak dan wajah agama Hindu di India, di Jawa, Sumatera, Kalimantan Sulawesi, dan lain-lain.

Yang dimaksud Agama Hindu Bali disini adalah Agama Hindu yang dilaksanakan dalam koridor Kebudayaan Bali, yang seluruh aktivitasnya berada di Desa Adat / Pekraman. Dengan demikian bagaimana cara mengembalikan kebudayaan Bali kedalam identitasnya yang sejati?

Mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat Bali harus kembali membolak-balik kitab suci Veda yang merupakan dasar yang paling mendasar dari seluruh kerangka dan pondasi budaya Bali. Kembali menerapkan ajaran Veda dengan baik dan dengan tegas memberhanguskan tindakan dan kebiasaan yang tidak sesuai dengan prinsip-perinsip Veda.

Pelaksanaan upacara dan seluruh ritual adat harus dikembalikan kedalam koridor ajaran Veda. Para kaum brahmana tidak boleh melakukan upacara-upacara besar demi bisnis “banten” semata. Awig-awig (hukum) adat juga harus selalu bersandar pada prinsip-prinsip Veda. Jangan sampai pembuatan awig-awig ditunggangi oleh kepentingan sesaat yang bersifat pribadi.

Tempat-tempat suci dan juga pura keluarga tidak hanya dijadikan sebagai media upacara, tetapi dikembalikan ke fungsinya yang lebih luas, yaitu sebagai tempat bermasyarakat dan belajar filsafat sehingga antara upacara dan filsafat dapat berjalan secara balance. Sehingga pada akhirnya filsafat Hindu yang menelurkan etika Hindu harus diterapkan oleh masyrakat Bali dan diimplementasikan secara menyeluruh kedalam semua sisi adat dan budaya di Bali.

Ingatlah, Bali yang tanpa Hindu, Bali yang tanpa filsafat, tempat suci, masyarakat desa pakraman, yang hilang keramahtamahannya adalah Bali yang telah lenyap. Adalah kewajiban kita semua sebagai masyarakat Bali untuk mengembalikan Bali menjadi lebih baik.

Sumber:

Ditulis atas inspirasi yang disampaikan oleh Prof, Dr. Ida Bagus Gunadha, MsI



GW BERTERIMA KASIH KEPADA BAPAK IB GUNADHA YANG TELAH MAU MENGURAS PIKIRAN UTK MENULIS INI,,GW SEBAGAI ORANG BALI INGIN MENERUSKAN TULISAN INI AGAR SEMUA WARGA BALI TAU GIMANA KONDISI KITA SEKARANG..MARI KITA BANGUN DAN JAGA BALI
ITU RUMAH KITA..JANGAN BIARKAN RUMAH KITA DIAMBIL...

Tuesday, July 20, 2010

KARMA WALK IN THE SAME STEP WITH US

ini adalah cerita yang gw kutip dari salah satu koran indonesia,,tentang bagaimana karma itu berjalan dan memberikan ganjaran kepada kita

Doa Terakhir
Rabu, 21 Juli 2010 | 02:45 WIB
akuiniobenk.wordpress.com
ilustrasi

Cerpen Fandy Hutari

Kalian akan menjumpai Asnawi alias Baba menangis terisak setiap malam menyergap di sini. Menyaksikan betapa air tak henti-hentinya keluar dari kedua matanya yang sembap. Kini, tubuh kerempeng berbalut kulit hitam Baba terisolasi di dalam ruangan sempit berisi sepuluh orang. Tak ada televisi di sini. Tak ada pula ruang karaoke. Apalagi AC. Sungguh, tidak ada hiburan sama sekali di sini. Hanya lampu redup hasil karya Thomas Alva Edisson yang menerangi setiap sudut. Juga kamar kecil yang menyerbakkan aroma busuk. Pesing.

Gerak Baba, lelaki berusia 40 tahunan itu, dibatasi teralis besi yang congkak. Ruangan yang dijaga beberapa orang berseragam cokelat, membuat nyali Baba menciut. Dia tak lagi segarang dahulu, disaat jalanan menjadi kerajaan baginya. Tak jarang, Baba kerap menjadi bulan-bulanan penghuninya. Ketika polisi-polisi itu lengah, bogem mentah selalu mendarat di wajah, dada, dan perutnya. Di kala malam tiba, cuma pendar cahaya redup, dingin yang menggigit, serta rasa nyeri yang dia rasakan. Ruangan ini selalu terkunci. Tergembok dari luar. Sedangkan dunia di luar sana luas sekali. Namun hanya bisa dia regup dalam mimpi. Itu juga kalau Baba bisa tidur nyenyak. Ya, ruangan sempit ini bernama sel.

“Oh...Tuhan, tidak pernah terbesit sedikitpun di dalam benakku, sisa umurku akan dihabiskan di sini...” keluh Baba dalam hati. Nyawanya sudah dipasrahkan di tangan para algojo yang siap melepaskan pelatuk pistol mereka ke arah jantung. Baba menanti mati di sini. Di sel biadab ini. Setelah hakim mengetuk palunya tiga bulan lalu. Dia pun tak paham soal undang-undang yang melilitnya hingga hukuman tertinggi di muka sidang itu dijatuhkan. Mungkin ini karma terhadap dosa masa lalunya.
"Jangan...jangan...jangan...bang!"

Teriakan bocah-bocah yang tidak berdosa itu menghantuinya lagi. Muncul kembali di telinganya bersama desis angin malam yang sepi disaat semua penghuni sel ini terlelap. Baru sekarang Baba sadar kalau mereka tidak berdosa. Mereka tak pantas mendapat perlakuan iblis yang menjelma dirinya. Pikirannya melayang. Menyeruak secara acak. Memori semua masa lalu mengemuka. Memutar kembali masa-masa buram. Hitam. Kelam.
Ketika itu, hujan turun...
***
Trauma dan dendam masih digenggam dalam-dalam di dadanya. Di sini, di halte bus ini dua puluh tahun silam, dia pernah ditindih. Di sini semua orang adalah musuh. Yang kuatlah yang berkuasa dan sanggup bertahan hidup. Di sini, di pinggiran kota Jakarta yang semakin angkuh dengan sesuatu bernama pembangunan dia merasakan sakit yang amat sangat. Di sini, pantatnya yang telanjang dimasukkan sebuah benda tumpul: kelamin lelaki jahanam!

"Jangan! Ampun, bang! Jangan....!” teriaknya mengerang minta dikasihani di malam jahanam itu.

Tapi, pemuda berbaju kumal yang baru dia kenal di perempatan lampu merah itu terus menyetubuhinya. Napasnya memburu, menderu-deru. Baba tak dapat berbuat apa-apa, selain memohon padanya berulang kali. Pemuda laknat itu mengacungkan sebilah pisau. Mengancamnya jika dia lari atau melawan.
"Diam lu bangsat! Nanti gua bunuh lu kalau ngelawan!" ancamnya.

Setelah puas, pemuda itu pun merapikan resleting celana jeans hitamnya yang sudah belel, berwarna cokelat debu. Lalu, berlari tergesa-gesa. Menghilang ditelan kegelapan malam dan garis-garis gerimis. Baba ditinggalkan begitu saja, bagaikan seonggok karung sampah. Masih tersisa sakit di liang pantatnya. Pedih. Perih. Dia pun menangis. Tapi, siapa yang peduli. Toh, orang-orang di kota ini sibuk dengan dirinya masing-masing. Sibuk mengurus uang, uang, dan uang.

Hujan deras turun lagi...
***

Sejak ia dinodai, impiannya untuk mencari penghidupan di kota besar yang menjanjikan segala macam pun sirna. Baba tidak diterima di manapun. Orang-orang mencemoohnya. Pendidikan Baba yang pas-pasan turut membawanya ke dalam jurang kesengsaraan di kota metropolitan. Hari-hari berikutnya, dia hidup menggelandang. Berpindah-pindah dari satu sudut kota ke sudut kota lainnya menjadi pemulung, mengamen, atau pengemis.

Akhirnya, di usianya yang semakin merenta, nasib sedikit berpihak padanya. Dia bisa menyambung hidup dengan membangun lapak rokok di rumah gubuknya yang terhimpit rumah-rumah kontrakan di pinggir kali. Selain itu, dia mengkoordinir bocah-bocah jalanan yang mengamen di lampu merah, depan gang. Mereka, para cecunguk jalanan itu, mesti menyetor uang hasil mengamennya kepadanya. Setidaknya, ini adalah bentuk balas budi mereka pada Baba. Baba merasa berjasa karena telah memberikan mereka tumpangan untuk berteduh. Melindungi mereka dari hujan. Membuat mereka terlelap tanpa harus mendengar bisingnya laju mobil yang berseliweran.

Baba merupakan nama panggilan anak-anak jalanan itu kepadanya. Panggilan Baba oleh anak-anak itu, karena ia sudah terlihat renta diumurnya yang baru menjelang 40 tahun. Tapi, Asnawi alias Baba bangga. Dia merasa panggilan itu adalah gelarnya sebagai seorang raja jalanan. Lalu, berlanjutlah panggilan itu melekat pada sosoknya. Para tetangga, menyebutnya sebagai “Baba si Juragan Anak Jalanan”. Julukan yang membuat perasaan bangganya melambung tinggi di atas awan. Setiap kali tetangganya menegur dengan sebutan itu, dada Baba langsung membusung dan tertawa terbit dari mulutnya, hingga giginya yang kuning dan tak beraturan terlihat. Sungguh tak sedap dipandang.

Di rumah gubuk ini, Baba hidup bersama empat anak jalanan yang dibawanya. Diberinya tempat, bukan berarti tanpa pamrih. Baba, haus akan kelonan tubuh-tubuh mungil tanpa dosa itu. Ketidaklaziman perilaku seks Baba dimulai sejak dirinya disetubuhi di halte bus, dahulu. Setiap malam, jika ada kesempatan, ia kerap meraba tubuh-tubuh mereka. Dan, malam itupun dia mendapatkan kepuasan yang tiada tara.
"Ah...jangan, Ba! Jangan!” erangan dari mulut Revan terus keluar, minta dikasihani.
"Diem lu! Kalau ngelawan gua bunuh lu! ancamnya.

Tubuh mungil Revan di atas dipan terus meronta-ronta. Rintihan Revan diiringi desah memburu dari nafsu berahi Baba yang semakin memuncak. Pantat kecil Revan yang terlihat masih mulus dan licin ditindih berulang-ulang oleh tubuh kurus Baba. Erangan penuh syahwat bertubi-tubi terdengar, diiringi pekik lirih. Revan tak dapat berbuat apa-apa. Tenaganya kalah. Baba pun sudah membelit tangannya dengan seutas tali rapia. Ini lah hangat yang dia cari. Sudah tiga bulanan dia tak merasakannya. Baba puas!

“Ampun, Ba! Ampun!!!” lagi-lagi mulutnya nyerocos.
“Diam lu! Huh, lagi pula siapa yang peduli dengan permintaan ampunan lu? Gua? Nggak! Mintalah sana ke orang tua lu di kuburan! Orang tua lu yang sudah menelantarkan lu di jalanan!” hardik Baba kepada bocah yang bahkan melihat orang tua kandungnya pun belum pernah.

Ada jeda setelahnya. Revan lemas. Tak berdaya mengerut di atas dipan papan. Mulutnya tak lagi berkicau. Belum lagi ia memakai celana pendeknya itu, Baba menghempaskan tubuhnya ke dipan. Tak lama, dia bingung. Dia tersadar, jika Revan menjerit keras, maka anak-anak lain yang biasa menginap di gubuknya akan tahu. Di ruang sebelah ada Dedi, Suryo, juga Tri yang sudah tertidur. Dan, bisikan iblis hadir lagi. Menghabisi nyawanya merupakan alternatif lain. Saat Revan lemah tak berdaya, tali rapia yang membelit tangannya dimanfaatkan untuk menjerat lehernya.

Menyekiknya sampai ia sesak. Belum puas, Baba yang panik mengambil sebilah golok dari dapur. Kemudian tanpa ampun, dengan golok yang telah berkarat itu, dia mencincangnya menjadi enam bagian. Potongan-potongan tubuh Revan yang sudah layak disebut bangkai ini lalu dikemas ke dalam kardus bekas minuman mineral. Baba lalu keluar mencari tempat membuang Revan yang sudah menjadi dendeng.
“Taik! Kenapa pula mesti ada polisi ke mari?!” umpat Baba di dalam hati.

Ada tiga petugas berseragam cokelat menuju ke rumahnya saat dia baru saja keluar rumah. Dia coba menunduk. Berpura-pura tidak ada kejadian apa-apa di sini. Di rumahnya. Menyembunyikan kardus itu di belakang punggung.

“Hey, apa itu yang kau bawa?!” teriak seorang dari mereka. Dia terkejut. Matanya langsung membelalak. Tanpa diperintah, dia lari tunggang langgang sambil membawa kardus berisi kepala, tangan kanan, tangan kiri, badan, kaki kanan, dan kaki kiri. Mereka mengejar. Yang satu orang memberi tembakan peringatan. Dor! Sedangkan dua orang lainnya masih mengejarnya. Malam ini, benar-benar menjadi malam terakhirnya menghirup udara bebas. Baba tertangkap setelah satu dari mereka melepaskan tembakan ke arah betis, tepat saat dia hampir keluar gang menuju jalan besar. Tubuhnya terjerembab masuk ke dalam selokan kecil di depan gang yang penuh sesak rumah kontrakan.

Kardus itu pun lepas dari dekapannya, dan isinya menghambur ke mana-mana. Seketika, ramailah gang padat penduduk itu.
***

Ternyata sepak terjangnya selama ini telah terendus polisi. Mereka tahu kalau Baba telah menghabisi lima bocah, selain yang terakhir dia mutilasi tadi. Sebelum penangkapan, laporan-laporan selalu didapatkan polisi. Banyak keluarga yang mencari anak mereka yang hilang. Tak tahu ujung rimbanya. Ternyata, semua bocah-bocah itu tewas di tangan Baba, dan jasadnya dibuang di beberapa sudut kota ini.

Pelariannya berakhir di kurungan ini. Degup jantung berdebar. Menanti kematian di tangan para algojo. Pikirnya, apalah arti sebuah tobat jika nanti juga akan mati. Detik-detik hukuman mati terus memburu ketakutannya. Tak ada yang tahu kapan dia akan dipasrahkan di ujung pelatuk pistol algojo. Dalam benaknya, cuma ada satu permintaan terakhir. Permintaan kepada Tuhan dalam do’a yang terbata-bata. Tak pernah sekalipun sebelum ini, dia berdo’a. Apalagi menjalankan solat, mengaji alif-ba-tha-tsa saja tak lancar. Dia cuma berdo’a dalam bahasa Indonesia:
“Oh...Tuhan, kiranya Engkau sudi menghilangkan rintihan-rintihan bocah-bocah yang aku bunuh beberapa tahun silam. Rintihan-rintihan mereka sunggup mengganggu aku. Hamba-Mu yang bergelimang dosa...” keluhnya di malam yang sunyi. Malam yang menghadirkan suasana dingin yang menggigit

Jakarta, 30 Juni 2010

FANDY HUTARI, Lahir di Jakarta pada 17 Agustus 1984. Penulis buku, esai sejarah dan seni, novel, cerpen, dan puisi. Esainya bisa ditemui di Kompas (Jawa Barat), jakartapress.com, kabarindonesia.com, Kunci Cultural Studies Center, Galamedia, majalah Gong, majalah Mata Jendela, majalah Tapian, Koran Lampung, majalah Bhinneka, Lampung Post, indonesiaseni.com, indonesiaartnews.or.id, dan situseni.com. Puisinya bisa dinikmati di kompas.com. Pernah menjadi ghostwriter buku Membongkar Rahasia Sulap, 30 Ways to Say I Love You, Mengungkap Rahasia di Balik Nomor Handphone, dan Cara Cerdas Berkebun Emas. Dua bukunya yang sudah diterbitkan, yaitu Sandiwara dan Perang; Politisasi Terhadap Aktifitas Sandiwara Modern Masa Jepang (Ombak, 2009), dan Ingatan Dodol (Insist Media Utama, 2010). sedang menggarap novel pertamanya, berjudul Dunia Bumi. Alamat e-mail: fandyhutari@yahoo.com Akun Facebook: Fandy Hutari

dari cerita diatas mari kita renungkan bersama bahwa semua tindakan yang kita lakukan pasti ada hasilnya....
pikirkan sebelum bertindak....BE AWARE WITH UR STEP

Tuesday, July 13, 2010

REACH THE HOPE IN EDUCATION LEVEL

saat gw dapetin gelar s2 gw...ada 1 hal yang buat gw dapetin itu...1 subject yang unitnya setara sama 3 subjects..gila ga tu...1 subject aja 12 unit ato sks kalo di indo..dan thesis ini 36 unit..bisa dibayangkan banget gimana menderitanya gw..dan dibawah ini gw pengen berbagi atas apa yang uda gw kerjain di 36 unit itu

subject itu bernama RESEARCH ISSUE IN FINANCE



dan ini yang gw buat selama 2bulan and buat gw harus betah didepan laptop berjam2 tiap harinya..yang gw akan share disini hanya 3 bagiannya yaitu: abstrack, introduction and conclusion

ABSTRACK

This event study examines the abnormal return and cumulative abnormal return around the Australian listed shares, as a result of Lehman Brothers (LEH) collapsed. I analyzed 25 share prices, which is listed on Australian Stock Exchange ASX and it has a top position. Empirical results indicate that the event had an impact in Australian listed firms but weak. Due to the event was impact in financial sectors rather than other sectors. The listed firms were affected in third (3rd) day after announcement while in the financial sectors was impact from few days before and still affected after bankruptcy. Overall, the results is state that the listed shares were weak significant.

INTRODUCTION

Lehman Brothers (LEH) was announced their collapse because of subprime mortgage crisis in the United States of America. Sub-prime market problems were developed in early 2006 when some institutions began to report their credit problems. Early march is the beginning distress for the giant firm (LEH), when at the same time Bear Sterns was collapsed. The sub-prime mortgage crisis leads the bank investment collapsed and bail out, which already started a year ago. At that time the U.S housing market was flagging for the first time. The financial system weakened, interest rate began to rise, which twisted obliged homeowners into monetary confusion sparking foreclosures and significant decline in house prices. The interconnected international markets have been exposed when the LEH collapsed and it drove a swelling impact across the globe. For instance, AIG were affected because this firm is the backed majority of credit default swaps of LEH.
The bankruptcy made the world market stock exchange panic on 15 September 2008 (the USA time). This bank broke down after failing to get the investor to buy their firm. The firm has a loss approximately US$3,9 billion in the third quarter report. Yet, according to chapter 11 in the United States of America’s law, a company which under bankruptcy condition allow to appeal to reorganize the way to pay their debt and all of the liabilities and until now the officer still on investigation to decide whether the firm feasible to achieve it or not. The falling down of LEH gives a negative impact on some stock market in the world. For example, in London, HBOS fall and reach 20,2%, while Barclays decrease 10,8%, Dow Jones industrial average fall around 4,42%. This is the worst market story after the terrorist attacks in September 2001. Nasdaq and S&P 500 also have a same condition.
In Australia, the announcement makes the market panic and leads to the worst condition in many economic areas. The home currency was trading at $US 0.806/69, down from yesterday’s close of $US 0.8167/71. Approximately 35 Australian councils had put the money as an investment in federation Collaterized Debt Obligations where LEH scheme based in huge numbers of mortgage-backed securities related to the US subprime market. The share price drove to the lowest point since January 2006. The S&P/ASX 200 index is closing at 86,1 points at 4817.7 or 1,8%. The Australian dollar has been weak one US cent on September 16th 2008. In that condition, we might look forward the stock market to take some kind of strike.
The purpose of this research is to enlarge our knowledge on the effects of bank failure in the share price movement and how the bankruptcy affects the stock market. Specifically, this paper examines the market reaction (abnormal return and cumulative abnormal return) and how the bank failure could lead market efficiency become inefficient and illiquid in the stock market. The paper will analyse the movement of the return from selected companies listed on Australian Stock Exchange (ASX) to the announcement of the Lehman Brothers failure (e.g (Yang and Bessler, 2008)). This event studies focuses on the impact of LEH collapsed in Australian listed. Event studies become a significant element of finance, particularly corporate finance. In 1970 there was a few proof in the main issue of corporate finance. The findings stand up to reproduction and the pragmatic rules are the impetus for theoretical resource to describe those things. In other words, the event study literature have through the investigation scientist usefulness (Fama, 1998)
This paper has some chapters. Chapter 1 is the introduction, it explains how the Lehman’s firm collapsed and how it deteriorates the market at the entire world. Literature review in chapter 2 shows how the event relates to the theory academically, in order to keep it on the right track so the studies will not out of border. Chapter 3 discusses the natural data and how the author chooses the data. Outlines important methodological issues associated with using data, the paper’s result and quantitative test are presented in chapter 4. Lastly, chapter 5 presents the conclusion. References and the appendix are presented on the last page.

CONCLUSION

In this paper, I investigated the impact of Lehman Brothers (LEH) collapsed on Australian listed shares (ASX). The objective of this paper is extending the knowledge regarding market efficiency in term of bank failure and stock markets. This event study contains 25 sample firms, with 15 firms from financial sectors and 10 firms from non-financial sectors. I observed stock prices on daily basis and was employed to examine the abnormal return and cumulative abnormal return. These methods utilize to recognize the impact from the event occurred on September 15th 2008 U.S time (Australia, 16 September 2008).
The finding indicates that the Abnormal Return (AR) dropped approximately for 5 days or a few days before announcement. As a result, available information could be free to access, so the market reacts before it. The declining occurs in 3 consecutive days before the event, which supports semi-strong market theory. After the event, the market was still suffering until 5 consecutives days. Consistent with (Lim et al., 2008) that event study could help to determine the degree of market efficiency in a given market. The outcome explains that the LEH bankruptcy impact mostly in financial sectors. Non-financial sectors have a weak impact. Hence, the whole portfolio shows the weak. Due to the significant impact and rejection of null hypothesis are occurred in the day +3.
The results of Cumulative Abnormal Return (CAR) indicate that the event have a significant impact from this event but weak. The market was influenced in 4 (-4 to -1) days before and 3 (0 to 3) days after LEH declared their bankruptcy. In interval day -4 to -1 the cumulative abnormal return is negative. In further interval, which is 0 to +3 the CAR, value is positive, but significant affected, same as interval -4 to -1. Yet, similar with abnormal return result, CAR financial sectors have strong affected. On the other hand, CAR of non-financial sectors has no impact at all. The CAR for whole sample firms indicate that the event have weak impact on the listed shares in Australia. Australian market was suffering in those interval times.
Statistical test proved that the LEH falling had a weak impact on the Australian listed shares. Due to the Australian market is less volatile compare with another major markets (Doan et al., 2010). A positive aspect is emphasized that the impact of the collapsed is much lower in Australia than in many other markets . In fact, the most significant influence by this event coming from financial sectors, since these sectors have a strong relationship with Lehman Brothers. Other sector, which is non-financial sectors have negative impact. Thus, the combination obtains the weak impact for the whole sample firms in this event study.
This event study has several implications for investors. First, Australian market is not quite volatile compare with other markets. Second, likely for external distress should be considered in stock selection. Finally, I found that firms with greater financial elasticity had smaller number of abnormal losses while the shock occur.
Future research should be directed to observe the specific sector in Australian market, which is Australian Stock Exchange to recognize the main sector that affected by this event. Also, the research could extend by comparing the Australian market with other market around the world, thus the investors will know which market has a greater impact from LEH collapsed.

seperti itulah gambaran thesis gw dan ini yang menentukan gw sampe bisa dapet gelar s2 yaitu M.fin

MASTER OF FINANCE

Monday, July 12, 2010

LOOK BACK AND STEP FORWARD II

hari ini gw pengen ngelanjutin apa yang uda gw buat sekitar 3 bulan yang lalu dimana gw bercerita gimana perjalanan gw dari awal gw lahir ampe gw berada di melbourne utk melanjutkan kuliah s2 ato master degree kata orang sini (aussie)..hehehhe

di hari ini gw pengen berbagi kebahagiaan sama kalian semua,,karena kata orang2,,kebahagiaan itu harus dibagi2 agar bertambah nikmat kebahagiaan itu...

since today, 12 july 2010,,gw dinyatakan lulus oleh RMIT University,,sekolah dimana gw menimba ilmu finance selama 1,5 tahun...hari2 itu gw lalui dgn penderitaan yang sangat banyak..dengan bertumpuknya assignment dan assessment2 yang laen dan di akhir harus exams pula..lengkap sudah,,tapi untungnya gw bisa melaluinya dengan baek.

dan sejak hari ini pula gw berhak menyandang gelar ,master of finance yang langsung ditambahkan di belakang nama gw...

nama gw skg jadi sedikit lebih panjang dari pertama gw lahir di dunia ini

I KETUT GEDE DHARMA HARIYADI SETIAWAN, SE, M.fin

wow..kedengerannya keren banget,,tapi dibalik nama itu mengandung banyak tanggung jawab karena gw pake nama itu berarti gw harus bisa mempertanggungjawabkan gelar itu di masyarakat nantinya..

namun terlepas dari semua itu,,aku bangga banget karena bisa lulus tepat waktu dan merealisasikan cita2 ge sendiri dan keluarga.
kenapa gw bilang gitu karena dari sejak kakak kedua gw lulus master di UK,,gw pengen banget bisa sperti dia..lulus s2 di luar negeri,,dan skg gw meraih itu dan bangga banget bisa dapet gelar itu,,dan itu uda ada dalam benak gw sejak gw kelas 3 SMP,,cita2 yang saat itu gw pikir mustahil bisa gw raih,,dan ternyata hari ini gw bisa mendapatkannya dengan usaha gw sendiri dan atas ridho dari Tuhan...thanks God

gelar s2 ini gw persembahkan khususnya utk alm bapak gw tercinta,,dimana karena bimbingan beliau gw bisa seperti sekarang ini dan bisa menyelesaikan study tepat waktu,,beliau bener2 berjasa banget dalam hidup gw,,dan gw persembahkan buat keluarga tercinta gw (oka's family)...tanpa support dan doa dari mereka,gw bukan apa2 dan mungkin gw ga akan bisa merasakan menjadi seorang master of finance.

thanks to all of oka's family members who always support me,,u all rock.

tapi perjalana gw belum berhenti disana,,karena gw akan kuliah 1 semester lagi utk meraih gelar master kedua gw yaitu master of commerce dimana akan dimulai seminggu lagi (19 july 2010)
semoga gw bisa meraihnya...dgn semangat dan dukungan dari orang2 yang gw cinta,gw akan meraih mimpi itu

gw bener2 ga bisa melukiskan kebahagiaan yang gw rasakan hari ini,,karena gw tau gimana gw menderita selama 1,5 tahun,,khususnya semester terakhir karna disini gw harus menyelesaikan thesis yang berisi 8500 kata..wow..bayangin aja,,nulis segitu pake bahasa inggris lagi...mampus banget gw waktu itu,,pertama gw ngerasa ga akan bisa ngetik segitu banyak dalam bahasa inggris pula tapi gw coba aja..dalam waktu 2 bulan gw menyelesaikannya dimana setiap hari selama kurang lebih 10 jam tiap harinya gw harus duduk dpn laptop gw dan ngetik thesis itu...gw harus baca journal,,collect data and ngolah data.dan hari2 gw bener2 terisi hanya dengan ngetik thesis ato baca journal2 finance,,dan hanya diselingi nongkrong saat weekend,,kata orang sich no pain no gain dan itu bener2 gw rasain skg,,nilai thesis gw 70 (distinction...fiuhhhh..berat tapi emang ini jalannya utk itu
mau ga mau,seneng ga seneng,,gw harus lalui dan jalani..syukurnya gw bisa melalui semua itu dan jadi spt sekarang...dan ini bener2 buat gw bangga ma diri gw sendiri dan menambah kepercayaan diri gw karena dulu gw ngerasa ga akan bisa lulus di master karena gw mikir susah dan berat banget,,tapi ternyata setelah menjalani ternyata gw bisa..heheheeh

dan sekarang gw harus memulai perjalanan baru yaitu perjuangan tanpa henti dan terus berusaha utk melangkah maju demi masa depan yang cerah dan mengejar kata bahagia menurut gw..chayooo..SEMANGAT